SecaraUmum Beranjak dari para tokoh diatas, dapat kita simpulkan bahwa sistem politik secara umum jenis-jenis sistem politik dapat dapat dibedan menjaI: 10 1) Sistem Politik Otokrasi Tradisional Sistem politik otokrasi tradisional merupakan bentuk politiknya memiliki cir-ciri sebagai berikut: a) Dipilih atas dasar tradisi.
Apayang dimaksud sistem politik otokrasi tradisional? 4 Ciri Khas Sistem Politik. Ciri ciri masyarakat politik, ciri ciri sistem politik demikian pembahasan mengenai sistem pemerintahan parlementer. Pengertian sistem politik serta ciri dan tujuannya. Dalam proses sosialisasi politik, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
Berikutini terdapat 7 pendapat dari para ahli mengenai pengertian sistem politik, yakni sebagai berikut: 1. Menurut Drs. Abdul Kadir. Menurut pendapat dari Drs. Abdul Kadir, Sistem politik ialah suatu sistem yang sah, sistem yang menjaga disiplin ataupun sistem yang mengubah dalam suatu masyarakat. 2.
Berikutadalah ciri-ciri sistem politik otokrasi tradisional, kecuali - 34874753 revanabilanabila revanabilanabila 21.10.2020 PPKn C. adanya sistem primordial yang kuat seperti agama, suku bangsa, dan ras. d. kekuasaan bersifat pribadi (raja),negatif, dan bersifat konsensus. e. Kewenangan bersumber pada tradisi atau keturunan
Ciriciri Sistem Politik Otokrasi: 1. Tidak ada ideologi politik yang dominan. 2. Satu partai politik dominan sebagai partai pelopor, sedang lainnya adalah partai-partai kecil pelengkap. 3. Pembatasan terhadap kompetisi. Partai-partai kecil ditekan dan dikerdilkan, partai besar/ dominan (partai pemerintah) didukung dan difasilitasi. 4.
cara membuat bolu pisang panggang takaran gelas. Sistem politik yang sering digunkan oleh negara-negara yang ada di dunia ini adalah sistem politik demokrasi serta sistem politik otoriter. Diantara keduanya sangat berbeda, dari yang pemilihan umum, kekuasaan serta prinsip yang berbeda. Pebahasn kali ini akan terfokus dalam sistem politik otoriter. Sistem politik otoriter atau totaliter ini disebut pula dengan kata kediktatoran atau sistem politik nondemokrasi. Dalam sistem politik ini memiliki gaya pemerintahan yang mempunyai kedaulata tertinggi dipegang oleh segolongan kecil elite ataupun satu orang saja. Ciri-Ciri Sistem Politik Totaliter Sistem politik otoriter atau totaiter ini mempunyai beberapa ciri-ciri, yaitu sebagai berikut ini Negara yang mempunyai satu ideologi yang digunakan untuk mengatur semua dimensi kehidupan masyarakat negaranya, yang melingkupi kehidupan rohani serta fisik yang mana setiap masyarakat harus patuh terhadap ideologi tersebut. Negara yang hanya mempunyai satu partai politik/massa tunggal Terdapatnya otoritas yang kuat terhadap masyarakat negaranya dengan cara kekuatan militer. Pengelolaan berpusat pada semua sekotor ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah melewati jajaran birokrasi. Pemerintah melakukan pengawasan terhadap semua aktivitas penduduk dan melakukan sistem teror yang luas dengan melalui cara pengawasan yang dilakukan oleh polisi rahasia dengan memanfaatkan teknologi modern. Pemantauan yang ketat serta memonopoli seluruh media massa yang dilakukan oleh penguasa dan partai penguasa. Prinsip-Prinsip Sistem Politik Otoriter Selain ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, sistem politik otoriter atau totaliter juga mempunyai beberapa prinsip-prinsip, yaitu sebagai berikut Sentralisasi kekuasaan, ialah otoritas legislatif, yudikatif, serta eksekutif menjadi satu kesatuan. Ketiga otoritas ini dipegang serta dijalankan oleh satu badan. Hanya dengan satu partai politik, ialah dalam sebuah pemerintahan memiliki beberapa partai, namun hanya terdapat satu partai yang mendominasi dalam otoritas pemerintahan Pemerintahan tidak dilandaskan pada konstitusional, ialah pemerintahan yang dilaksanakan dengan landasan kekuasaan atau secara otoritas. Konstitusi tersebut menyerahkan otoritasnya yang besar terhadap pemerintahan atau negara. Rule of power atau dasar negara kekuasaan yang ditandai dengan adanya supremasi kekuasaan dan adanya perbedaan di depan hukum. Dalam pembentukan sebuah pemerintahan tidak dilandaskan pada musyawarah, namun dengan adanya dekrit. Tidak adanya sifat demokratis dalam pelaksanaan pemilihan umum. Pemilihan umum hanya dilakukan untuk menguatkan kesahan adanya pemerintah atau penguasa. Adanya lembaga peradilan yang tidak bersifat bebas serta penguasa mampu ikut campu tangan di dalamnya. Tidak terdapatnya pengendalian atau kontrol dalam administrasi dan birokrasi. Adanya birokrasi pemerintah yang sangat besar, sehingga mampu menjangkau semua wilayah kehidupan bermasyarakat. Sistem dalam kehidupan politik serta sosial tidak mampu berubah dan memiliki sifat yang sama. Dalam menyelesaikan perpecahan atau dalam perbedaan melalui cara kekerasan dan menggunakan cara pemaksaan. Manajemen dan kepemimpinan yang bersifat tertutup dan tidak bertanggung jawab Bersifat menekan dan tidak mengakui adanya hak-hak minoritas pada warga negara. Tidak terdapat sebuah kebebasan dalam berpendapat, berbicara, serta tidak memiliki kebebasan pers walapun terdapat pers, namun eksistensinya sangat dibatasi oeh penguasa. Tidak terdapat perlindungan pada hak asasi manusia, terlebih sering adanya pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Demikian artikel yang saya tulis dalam kesempatan kali ini, yaitu tentang sistem politik otoriter. Apabila terdapat kekurangan ataupun pertanyaan, silahkan berkomentar dibawah ini. Semoga bermanfaat. Originally posted 2018-05-22 165643.
Web server is down Error code 521 2023-06-16 190602 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d8553e54f450c38 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Please Login To ContinueLesson 5 of 11 • 0 upvotes • 639minsAnnisa KhotmilLesson ini akan menjelaskan tentang sistem politik di suatu negara, yaitu otokrasi tradisional. Apakah sistem ini berpihak pada rakyat atau kelompok tertentu saja?Join to access 50,000+ free coursesCreate a free account and access courses, free classes & more+91We will send OTP for verificationCrack Ujian Tulis Berbasis Komputer with UnacademyGet subscription and access unlimited live and recorded courses from India's best educatorsStructured syllabusDaily live classesAsk doubtsTests & practiceMore from Annisa KhotmilSimilar Plus Courses
Sistem politik memiliki banyak macam, salah satunya adalah sistem politik oligarki. Sistem oligarki merupakan sistem politik yang pemerintahan dikendalikan oleh sebagian kecil elit masyarakat. Sering kita dengar beberapa komentar di media sosial pemerintahan oligarki, pemerintahan yang dikuasai oleh oligarki atau pemerintahan yang hanya menguntungkan oligarki. Tapi tahukah sebenarnya apa itu oligarki? Nah! kali ini mudabicara ingin mengulas lebih dalam tentang sistem politik oligarki, macam dan ciri-cirinya. Selengkapnya simak ulasan kami berikut ini BACA JUGA Sistem Politik Otokrasi, Pengertian, Faktor dan Ciri-cirinya Kata oligarki secara etimologi berasal dari bahasa Yunani olĂgos yang berarti sedikit dan arkho yang berarti mengatur atau memerintah. Secara terminologi oligarki berarti sedikit yang memerintah. Jeffrey A Winters mendefinisikan oligarki adalah sebagian kecil orang yang mengendalikan dan menguasai sebagian besar sumber daya materi guna meningkatkan serta mempertahankan kekayaan dan kekuasaannya. Lebih lanjut, ia mengatakan para oligarki ini memiliki daya kekuatan untuk mengendalikan modal yang dapat berguna meningkatkan kekayaan sekaligus mempertahankan status sosialnya. Sebenarnya para filsuf awal seperti Plato sebenarnya sudah membahas tentang Oligarki. Dalam bukunya yang berjudul Republic, Plato mengatakan pemerintahan oligarki adalah bentuk kemunduran dari pemerintahan aristokrasi. BACA JUGA Sistem Politik, Pengertian dan Macam-macamnya Pemerintahan aristokrasi meskipun dipimpin oleh sebagian elit kelompok namun mereka mendapat keistimewaan dan legitimasi masyarakat. Lain hal yang dengan oligarki, seorang oligarki akan memerintah demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Oligarki bisa masuk mengendalikan sistem politik seperti demokrasi, monarki bahkan teokrasi. Sebagaimana oligarki adalah bagian kecil kelompok yang saling terbaik baik berdasarkan ikatan keluarga, kekayaan, kekuatan militer, politik, agama sampai pada kepentingan modal bersama. Adanya aturan undang-undang atau konstitusi tak akan menghalangi kemungkinan oligarki bisa menyusup dan masuk dalam pemerintahan. Pada praktiknya sistem politik oligarki sama persis dengan sistem politik otokrasi. Yang membedakan sistem otokrasi melalui konsensus bersama atas dasar keistimewaan. Artinya sistem ini menghendaki kedaulatan negara sepenuhnya oleh satu atau segelintir orang. Pada tataran praktisnya sistem ini hampir sama dengan sistem politik otokrasi. Macam-Macam Oligarki Oligarki Panglima Warring Oligarchy Menurut Jeffrey A Winters Oligarki Panglima adalah situasi persaingan antar oligarki. Persaingan yang terjadi bersifat dinamis dan tak ada oligarki yang dominan dan berkuasa terus menerus. Konflik biasanya terjadi karena adanya perebutan sumber daya kekayaan, sumber daya kekuasaan. Para pendukung di bawah tidak memiliki identitas yang jelas sehingga konflik horizontal saling tumpang tindih. Pada faktanya bentuk konflik hanya terjadi diantara para panglima oligarki. BACA JUGA Sistem Politik Totaliter, Pengertian, Macam dan Ciri-Cirinya Para panglima oligarki saling adu kekuatan dan mencoba saling berebut kekuasaan. Hal ini yang mengakibatkan tak ada kekuasaan yang berjalan lama karena konflik akan terus terjadi. Salah satu contoh oligarki panglima adalah kekaisaran Jengis Khan. Jengis Khan selalu mencari penguasa lain ia taklukan. Artinya semakin luas wilayah kekuasaan maka pundi-pundi kekayaan akan bertambah. Contoh lain bisa dari Kesultanan Mamluk di Mesir dan Kekaisaran Byzantium. Oligarki Kolektif Ruling Oligarchy Oligarki kolektif adalah situasi pemerintahan yang kekuasaan didominasi oleh keluarga bangsawan. Situasi ini dapat kita temukan zaman Yunani-Romawi kuno. Mereka bersekongkol bersama untuk mengatur jalannya pemerintahan namun faktanya hanya kepentingan golongan yang menjadi konsen utama. Pada prinsipnya oligarki kolektif ini juga tidak stabil sebab konflik bisa terjadi antar oligarki sendiri. Kekuatan yang relatif sama baik kekayaan dan kekuasaan membuat konflik sering terjadi di tengah jalan. Sebagai contoh Thomas Shelby saat menjabat dewan kota Birmingham. Ia tidak mengijinkan pasar narkoba namun faktanya pasar opium menjadi bisnis utama keluarganya. BACA JUGA Sistem Politik Demokrasi Liberal, Pengertian, Macam dan Cirinya Apa yang terjadi? konflik antar oligarki tak terelekan dan korban sering berjatuhan demi mempertahankan kekuasaan dan bisnisnya. Oligarki Sultanistik Sultanistik Oligarchy Oligarki Sultanik adalah bentuk oligarki yang hanya dikuasai satu orang saja. Ia mampu memonopoli ekonomi, politik dan hukum. Segala bentuk kekuasaan harus sesuai dengan keinginannya secara pribadi. Penegak hukum dan hukum sendiri tak mampu menyentuh batas-batas kekuasaannya. Bentuk oligarki ini membentuk patron klien yang sangat kuat. Para oligarki lain hanya bisa mengikuti perintah demi aset mereka terjaga baik wilayah kekuasaan dan harta kekayaan. Contoh oligarki ini antara lain Pablo Escobar dan Muamar Khadafi. Oligarki Sipil Oligarki Sipil tidak jauh beda dengan oligarki sultanik. Para oligarki sipil ini adalah sosok politisi dan pengusaha individual. Namun mereka mampu mempertahankan kekayaan atas lembaga-lembaga yang diatur oleh hukum. Oligarki tidak berkuasa dan tidak bersenjata. Mereka memberikan keleluasaan kepada lembaga yang memiliki hukum guna melanggengkan kekayaan sekaligus memproteksinya. Beberapa contoh oligarki sipil seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, Schiff, Morgan, Bill Gates, Rockefeller, Rothschild, Warburg. BACA JUGA 10 Manfaat Belajar Politik Untuk Anak Muda Oligarki Jinak Dan Liar Oligarki jinak dan liar mengisyaratkan seberapa kuat peraturan dapat menjadi acuan. Bentuk oligarki ini berdasar pada sekuat apa sistem yang dibangun untuk dapat mengatur sekaligus mengendalikan para oligarki. Biasanya sistem menetapkan biaya-biaya pada perilaku sosial oligarki yang merugikan masyarakat. Ciri-Ciri Oligarki Setelah mengetahui macam-macam sistem politik oligarki, berikut kami jelaskan ciri-ciri sistem pemerintahan oligarki antara lain. Kelompok Kecil Yang Mengatur Kekuasaan. Dalam sistem politik oligarki kekuasaan hanya milik sebagian kecil kelompok elit. Kelompok kecil ini bisa berdasarkan kekayaan, militer, pendidikan dan keluarga. Biasanya mereka memiliki sumber daya baik kekayaan dan massa sehingga distribusi kepentingan mereka dapat berjalan secara maksimal dan terukur. Kesenjangan Ekonomi Dalam sistem politik oligarki ada kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat. Sumber-sumber ekonomi hanya milik sebagian kecil orang saja. Mereka memiliki sumber kapital hasil perselingkuhan dengan kekuasaan. Oleh karena itu, oligarki yang kaya akan semakin kaya. Parahnya para oligarki ini tidak segan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan sumber kekayaan mereka. BACA JUGA Mengenal Teori Perubahan Sosial Ibnu Khaldun Terlibat Dalam Pemerintahan Para oligarki selain orang-orang yang memiliki modal mereka juga memegang kekuasaan. Keterlibatan mereka dalam kekuasaan dan pemerintahan adalah salah satu jalan untuk melanggengkan kepentingan bersama. Dengan kepemilikan modal kekuasaan menjadi hal yang mudah mereka raih. Akhirnya kebijakan-kebijakn yang mereka keluarkan tidak lain hanya untuk kepentingan kelompok para oligarki sendiri. Keterlibatan Yang Mengikat Para oligarki yang memiliki sumber daya dan sumber dana tentu akan selalu terlibat dalam proses-proses politik. Entah keterlibatan secara langsung ataupun bayang-bayang. Keterlibatan mereka tidak lain adalah melanggengkan kepentingan. Artinya ketika kekuasaan berubah kepentingan mereka tidak terganggu dan tetap terakomodir. Begitulah sekilas ulasan mudabicara mengenai sistem politik oligarki, macam dan ciri-cirinya. Semoga dapat menjadi referensi bacaan untuk teman-teman yang sedang belajar ilmu politik. Post Views 352 Tulisan Terkait
Di dalam masing-masing negara menggunakan sistem politik yang berbeda-beda, dari masing-masing sistem tersebut memiliki kelebihan serta kekurangannya yang berbeda-beda. Namun, di negara Indonesia menggunkan sistem politik demokrasi. Untuk lebih rincinya perhatikan penjelasan berikut. Macam-Macam Sistem Politik Menurut Para AhliJenis-Jenis Sistem Politik menurut Almond PowelJenis-Jenis Sistem Politik menurut Samuel HuntingtonJenis-Jenis Sistem Politik menurut Frend W. Riggs1. Sistem Politik Asepali2. Sistem Politik Prosepali3. Sistem Politik Ortosepali4. Sistem Politik Heterosepali5. Sistem Politik Metasepali6. Sistem Politik SuprasepaliMacam-Macam Sistem Politik Secara Umum1. Sistem Politik Otokrasi Tradisional2. Sistem Politik Totaliter3. Sistem Politik Sistem Politik Oligarki5. Sistem Politik Demokrasi Macam-Macam Sistem Politik Menurut Para Ahli Setiap sistempolitik mempunyai strategi masing-masing. Sehingga, sebuah sistem politik mempunyai banyak penggolongan yang dikemukakkan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut Jenis-Jenis Sistem Politik menurut Almond Powel Di dalam bukunya yang berjudul “Comparative politik Syistem, Process, and Policy”, Almond Powel membagi sistem politik dalam tiga jenis, yaitu; Sistem primitif yang intermittent, sistem ini menggambarkan adanya sebuah kultur yang samar-samar serta bersifat agam. Sistem politik tradisional, dengan bentuk-bentuk yang bersifat pemerintahan politik yang amana antara satu dengan yang lain berbeda serta sebuah kultur subjek. Sistem politik modern, di dalam sistem ini terdapat bentuk-bentuk politik bermacam-macam yang tumbuh dan menggambarkan kegiatan kultur politik partisipan. Baca juga Pengertian Kekuasaan Legislatif, Tugas Dan Wewenangnya Jenis-Jenis Sistem Politik menurut Samuel Huntington Di dalam bukunya yang berjudul “The Clash of Civilizations and The Remaking of Word Order”, Samuel Huntington membedakan sistem politik dengan menggunakan acuan pada pemegang jabatan negara serta hasil dari penggunaan jabatan tersebut. Menurut Samue Huntington sistem politik dibagi atas Sistem Politik Demokrasi. Golongan yang berkuasa terdiri atas banyak orang dan jabatan negara tersebut terbatas dalam aspek-aspek tertentu serta beberapa masyarakat mempunyai kebebasan dalam merencanakan kehidupannya sendir. Sistem Politik Non Demokrasi. Golongan yang memiliki keuasaan terdiri atas beberapa individu atau sekelompok orang serta jabatan negara yang melingkupi semua dimensi kehidupan negara serta masyarakat. Struktur politik ini melingkupi monarki absolut, kediktatoan/otoriter, rezim militer, serta rezim komunis. Jenis-Jenis Sistem Politik menurut Frend W. Riggs Di dalam bukunya yang berjudul “A Criique of Red W. Rigg’s Public Administration”. Frend W. Riggs membagi sistem politik dengan menggunakan acuan pada empat institusi yang utama dalam sistem politik, ialah eksekutif, borikrasi, legislatif, dan partai politik. Berlandaskan hal tersebut, sitem politik dibedakan menjadi enam, yaitu antara lain 1. Sistem Politik Asepali Sistem Politik Asepali merupakan sebuah sistem yang tidak mempunyai eksekutif, legislatif, birokratif, serta sistem kepartaian. Baca juga Pelaksanaan Sistem Demokrasi Pancasila Di indonesia 2. Sistem Politik Prosepali Sistem Politik Prosepali merupakan sistem yang tidak mempunyai legislatif, birokrasi, serta sistem kepartaian, namun masih mempunyai eksekutif 3. Sistem Politik Ortosepali Sistem Politik ortosepali merupakan sistem politik yang tidak mempunyai legislatif serta sistem kepartaian, namun mempunyai eksekutif dan birokrasi 4. Sistem Politik Heterosepali Sistem politik Heterosepali merupakan sistem politik yang tidak mempunyai sistem kepartaian, namun mempunyai eksekutif, legislatif, serta birokrasi. 5. Sistem Politik Metasepali Sistem Politik Metasepali merupakan sitem politik yang dipunyai oleh eksekutif, legislatif, birokrasi, serta sistem kepartaian. 6. Sistem Politik Suprasepali Sistem Politik Suprasepali merupakan sistem politik yang mempunyai eksekutif, legislatif, birokrasi, serta sistem kepartaian, beserta dengan badan-badan nerara lainnya. Macam-Macam Sistem Politik Secara Umum Beranjak dari para tokoh diatas, dapat kita simpulkan bahwa sistem politik secara umum jenis-jenis sistem politik dapat dapat dibedan menjaI 1. Sistem Politik Otokrasi Tradisional Sistem politik otokrasi tradisional merupakan bentuk politiknya memiliki cir-ciri sebagai berikut Dipilih atas dasar tradisi Adanya kelas-kelas dalam hal ekonomi, nilai serta moral Pemimpin menjadi sebuah badan kebersamaan Lebih menekankan terhadap kolektivisme yang dilandaskan pada kekerabatan dibandingkan dengan individualisme Kebebasan individu dalam kelompok kurang dihargai dan lebih mementingkan keinginan dari golongan kecil penguasa Baca juga Pengertian Konstitusi bagi Negara, Unsur-Unsur, Dan Pembuatannya Seorang yang memimpin dari sistem otokrasi tradisonal ini adalah seorang sultan, raja, atau emi yang memiliki kekuasaan nyata bukan hanya simbolis. Pemimpin dipilih berdasan kan turun temurun, dan peraturan negara dibentuk oleh segolongan kecil dari penguasa tersebut tanpa adanya aspirasi dari masyarakat. 2. Sistem Politik Totaliter Sistem politik totaliter memilii beberapa ciri-ciri antara lain sebagai berikut Tidak adanya persamaan serta kekebasan dapal berpolitik Semua memiliki kesamaan dalam hal ekonomi Sistem politik ini dalam hal kewenangannya yang memiliki sifat totaliter, serta memaksa Partai digunakan sebagai kontrol politik serta ekonomi masyarakat Ideologi dipandang sebagai agama politik Negara yang menggunakan sistem politik totaliter ini biasanya berbentuk rezim otokrasi pemerintahan dari segolongan kecil penguasa atau yang biasanya disebut oleh paham komunis atau fasis. Sistem politik ini gunakan oleh negara, seperti, Republik Rakyat China RRC, Korea Utara, Kuba, serta Vietnam. 3. Sistem Politik Otoriter. Sistem politik otoriter memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai berikut Rakyat tidak diperbolehkan ikut dalam urusan politik Tidak diperbolehkannya adanya oposisi Tidak diperolehkannya untuk mengkritik pada pemerintahan Di dalam negara yang menggunakan sistem ini hanya menggunakan satu partai partai tunggal Sistem politik otoriter ini biasanya digunkan oleh negara yang menggunkan sistem kekerajaan, seperti Arab Saudi. 4. Sistem Politik Oligarki Sistem politik oligarki ialah sebuah sistem politik yang dilandaskan pada kekuasaan negara yang dipegang oleh beberapa orang golongan elit, dengan menggunkan cara apapun agar rakyat dapat mematuhi segala peraturan yang dibuat oleh pemerintah negara. Golongan elit disebut memanfaatkan negara hanya untuk mencapai tujuan mereka, sedangkan tujuan negara seperti kesejahteraan masyarakat, keadilan , kemerdekaan yang harusnya didapat tidak dapat terwujud. Baca juga Cara Memperoleh Menjadi WNI Menurut UU No. 12 Tahun 2006 Negara yang menganut sistem ini pada masadahulu adalah Yunani Kuno, namun pada masa sekarang biasanya digunakan oleh negara yang menganut komunis yang berada dibawah kendali anggota-anggota presidium, kemudian dituhaskan pada sekretaris jenderal serta wakil-wakilnya. 5. Sistem Politik Demokrasi Sistem politik dengan sistem demkrasi mempunyai beebrapa ciri yang perlu kita ketahui, antara lain sebagai berikut Dalam sistem ini setiap orang memiliki persamaan serta kebebasan dalam politik Tidak adanya jenjang-jenjang berdasarkan ekonomi Kewenangan berdasarkan hukum serta Undang-Undang yang berlaku Mampu bersatu walaupun terdapat perbedaan Dalam sistem ini kekuasaan merata dari seluruh lapisan masyarakat Demikian artikel pada kesempatan kali ini yaitu tentang macam-macam sistem poitik, baik menurut para ahli mapun secara umum. Apabila terdapat kesalahan, kekurangan, ataupun masukan silahkan beri komentar dibawah ini. Semoga bermanfaat. Originally posted 2018-05-25 155947.
tuliskan ciri sistem politik otokrasi tradisional